
Ajun Komisaris Besar Polisi Onkoseno Grandiarso Sukahar telah dalam membeberkan secara fakta yang juga baru terkait Kasus Asusila,
terkait adanya adanya dua pelaku yang juga berjenis kelamin laki-laki yang telah melalukan sebuah asusila
yang ada pada bus di TransJakarta, pada hari Jumat 16-01- 26. Faktanya, tindakan yang telah dilakukan itu
bukanlah masturbasi, namun ada salah satu pelaku yang memang sengaja dalam meraba alat kelamin dari pelaku lainnya.
Kedua nya itu memang adalah pelaku yang juga pada saat itu sedang berada yang ada di belakang korban dan juga bersama-sama berdiri,
Para pelaku itu bernama Ferdinan itu juga sempat dalam meraba alat kelamin dari pelaku yang bernama Hansen
hingga dia mengeluarkan cairan sperma dan akhirnya mengenai baju yang sedang korban gunakan.
Jadi ada 2 orang pelaku ini juga adalah sama-sama kelamin lelaki, pelaku 1 itu meraba-raba alat kelamin pelaku ke 2 sampai pelaku ke 2
itu akhirnya mengeluarkan sperma. dan juga Muncratan tersebut juga akhirnya mengenai korban.
pengukapan dari Onkoseno, yang juga berdasarkan yang kita dari pengakuan dari korban yang juga diketahui wanita,
muncratan itu dikiranya adalah air ac bus yang sedang ocor. Namun dia akhirnya tersadar bahwa cairannya itu bukanlah
dari air ac melainkan sperma setelah dirinya mendengarkan percakapan dari kedua pelaku.
Korban akhirnya menyadari juga adanya cairan yang ada di baju belakangnya itu sampai menetes ke arah kaki dan juga mengira itu
adalah air AC kemudian juga ada suara dari laki-laki sambil juga mencekik pelaku si Hansen mengatakan loe..(masturbasi) yah?
ungkap dari Onkoseno yang juga sedang menirukan keterangan itu dari korban.
Dan pada akhirnya itu korban akhirnya tersadarkan bahwa cairan yangg ada pada baju belakangnya itu adalah dari sperma dari pelaku,
ungkap polisi yang juga berpangkat adanya melati dua tersebut.
Onkoseno sendiri juga menuturkan,bahwa kedua dari pelaku itu juga diketahui sudah sangat saling kenal
dan juga memang berjanjian untuk bisa naik ke dalam bus TransJakarta yang juga sama.
Pada tanggal 15-01-26 sekitaran pada pukul 18.00 WIB kedua pelaku itu juga sudah saling kenal dan juga kurang lebih ada 3 hari
dan juga diri mereka sudah juga dalam melakukan komunikasi, pada saat itu juga mereka janjian dalam melakukan
pulang kerja secara bareng pada halte yang berada pada busway yang ada di PIK. Namun karena itu juga dari
kedua pelaku itu juga sama sekali tidaklah dalam mengenal korban.
Diketahui juga, dalam kasus ini juga sebenarnya bermulaan dari media sosial yang juga sempat juga dihebohkan
dengan adanya dari penangkapan dari sang pelaku mastrubasi itu yang ada pada bus yang juga berada di Transjakarta.
karena dalam Insiden itu juga sempat terjadi pada ruas yang ada pada Tol Pelabuhan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.
Terkait dalam kejadian itu juga,sebenarnya adanya dua orang yang terduga pelaku yang telah diamankan oleh petugas
keamanan yang ada di Transjakarta, kini juga telah untuk diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.
Kedua dari pelaku itu berinisial nama HW dan FTR dengan adanya korban yang juga seorang penumpang
dari perempuan yang juga berada di dalam kendaraan umum yang juga sama.
Berdasarkan dari kronologis yang telah di dapatkan, pada insiden yang juga bermula,pada saat itu korban sedang menaiki bus dari Transjakarta
sepulang dirinya dari melakuakn aktivitas. Dia akhirnya berdiri bersamaan dengan para penumpang yang lain.
Pada awalnya juga korban sama sekali tidaklah dalam menyadari adanya tindakan yang juga sempat dalam mengarah pada pelecehan.
Situasi akhirnya dapat berubah ketika adanya penumpang lain yang juga menyadari dalam kejanggalan dan akhirnya berteriak,
sehingga menjadi perhatian untuk penumpang lainnya yang juga ada pada bus itu.
Korban akhirnya kemudian menyadari bahwa dirinya itu sudah menjadi dari korban dalam dugaan dalam tindakan asusila.
Petugas dan juga kondektur pada Transjakarta juga bersama-sama dengan sejumlah dari para penumpang itu segera pergi ke Tuna55
dalam mengamankan dua pria tadi yang juga telah dicurigai sebagai sang pelaku. Keduanya itu akhirnya
kemudian lalu segera diserahkan kepada polisi untuk bisa diproses lebih lanjut lagi.