
KPK sendiri juga secara maraton telah dalam menuntaskan tentang penyidikan dalam perkara yang juga menjadi dugaan dalam jual beli
dari jabatan perangkat desa dan juga melakukan pemerasan yang akhirnya telah menjerat nama Sudewo. Untuk bisa dalam melengkapi
dari alat bukti dan juga membuatnya jauh lebih terang tentang perkara tersebut,
KPK akhirnya kembali lagi juga memeriksa kepada sejumlah pejabat yang berada pada Kabupaten Pati.
Berdasarkan kita dapatkan dari informasi yang juga sudah diterima, sedikitnya itu ada 10 orang yang juga telah dihadirkan sebagai dari saksi
dan juga menjalani dalam pemeriksaan dari para penyidik KPK pada hari Rabu 28-1-26. Pemeriksaan itu juga akhirnya
dilakukan pada salah satu ruangan yang ada di Mapolres yang ada di Pati.
Di antara dari para saksi yang juga telah diperiksa itu ialah ajudan dari Bupati Pati yang sudah nonaktif Sudewo,
bernama Wisnu Agus Nugroho, serta juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pati, bernama Tri Hariyama.
Keduanya itu akhirnya diperiksa sebagai dari saksi yang juga dalam perkara dugaan seperti pemerasan terhadap para calon
yang ada diperangkat desa.
Saksi yang juga dalam dugaan pada tindak pidana dalam korupsi ini sendiri juga berupa seperti pemerasan dalam melakukan pengisian formasi
dalam jabatan sebagai perangkat desa yang berada pada lingkungan yang ada di Pemerintah Kabupaten daerah Pati,
”ucap Budi Prasetyo kepada media yang ada di Jakarta.
Selain dari Tri Hariyama dan juga Wisnu Agus Nugroho, para penyidik juga telah memeriksa orang bernama
Yogo Wibowo yang juga sebagai selaku Camat Jakenan.
Saksi lainnya bernama Sisman ini juga sebagai selaku dari Kepala Desa Sidoluhur, bernama Sudiyono selaku dari Kepala Desa Angkatan Lor,
dan juga Imam Sholikin yang juga menjadi Kepala Desa Gadu.
Juga Sugiyono alias dari Yoyon yang juga menjadi Kepala Desa Tambakharjo, Pramono ini juga sebagai Kepala Desa Semampir,
Mudasir dari unsur swasta, serta ada juga Agus Susanto sebagai Kepala Desa Slungkep.
Hingga pada saat berita ini diturunkan, orang bernama Tri Hariyama belum bisa dalam memberikan
keterangan secara resmi Tuna55 terkait dalam pemeriksaan tersebut.
Upaya dalam konfirmasi yang juga telah dilakukan itu juga melalui dari pesan secara singkat yang juga belum mendapatkan respons.