Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan upaya penanganan bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Salah satu langkah yang diambil adalah mengerahkan dua unit pesawat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu kelancaran proses pencarian dan evakuasi korban.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa OMC dilakukan sebagai upaya menekan curah hujan di wilayah terdampak, bukan untuk menghentikan hujan secara total. Menurutnya, kondisi cuaca yang masih ekstrem menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian di lapangan.
Operasi Modifikasi Cuaca Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan mengurangi intensitas hujan, bukan menghilangkannya sepenuhnya. Kami terus berupaya maksimal. Berdasarkan rapat dengan BMKG, curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga besok siang, ujar Suharyanto di Bandung, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga melakukan penyesuaian penempatan armada pesawat OMC. Sejumlah pesawat yang sebelumnya beroperasi di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh kini dialihkan ke Pulau Jawa dan kawasan DKI Jakarta, seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Awalnya ada sembilan pesawat yang fokus di Sumatra. Sekarang di sana tersisa empat, sementara lima lainnya digeser ke Jawa. Rinciannya, satu untuk Jawa Tengah, dua di DKI Jakarta, dan dua untuk Jawa Barat, jelasnya.
Terkait pencarian korban longsor di Cisarua, Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB menargetkan seluruh korban dapat ditemukan dalam waktu tujuh hari sejak kejadian. Namun, ia menegaskan bahwa durasi operasi pencarian bisa diperpanjang apabila keluarga korban menghendaki.
Target kami H+7 semua korban ditemukan. Tetapi jika sampai batas waktu itu masih ada korban yang belum ditemukan, pencarian akan tetap dilanjutkan. Keputusan untuk menghentikan pencarian berada di tangan keluarga korban, katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di sekitar lokasi longsor masih belum sepenuhnya kondusif. Berdasarkan prakiraan terbaru, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih bisa terjadi setidaknya sampai besok pagi, ujar Teguh kepada tuna55
Ia pun mengimbau petugas di lapangan serta masyarakat sekitar untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan. Teguh juga menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca telah dilaksanakan sejak 24 Januari dan direncanakan berakhir pada 29 Januari, meskipun pertumbuhan awan hujan yang cukup tinggi membuat hasilnya belum optimal.