
Pemalang, Jawa Tengah saat ini telah digegerkan dengan adanya isu dalam penampakan seperti buaya pada saat banjir pada Sabtu (17/1/2026). Warga pun takut, buaya akan muncul di permukiman dan mengancam keselamatan warga. Isu buaya ini langsung viral di berbagai media sosial.
Dalam percakapan berantai di salah satu aplikasi, buaya itu muncul terbawa banjir. Dugaannya, buaya tersebut adalah penghuni sungai yang naik ke permukiman.
Polres memastikan kabar kemunculan buaya itu bohong dan menyesatkan. Berdasar fakta yang sudah dihimpun di semua wilayah terdampak, tak ada satupun warga yang mengonfirmasi melihat buaya tersebut.
“Informasinya tidak ada,” kata Windu Irianto, Kasubsi Penmas Humas Polres Pemalang.
Sementara, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menjelaskan, banjir disebabkan meluapnya sungai Comal. Banjir dilaporkan merendam dua desa, yakni Desa Klegen dan Kebojongan.
Rendaman di jalan dan pekarangan diperkirakan lebih dari 1 meter. Sementara, di dalam rumah banjir merendam kisaran 50 sentimeter.
“Dari pantauan di lokasi, kedalaman air rata-rata 20 cm sampai dengan 50 cm,” kata Kapolres .
Rendy menjelaskan, petugas sempat membantu warga yang dievakuasi. Sementara, situasi saat ini sudah mulai berangsur membaik, karena air sudah mulai surut.
“Seperti menggendong anak-anak dan menuntun lansia yang sedang beraktivitas, serta mendorong sejumlah kendaraan yang mogok saat melintas di genangan air,” imbuh Kapolres Pemalang.
Tidak Ada Warga Mengungsi
Rendy mengatakan, sampai saat ini, tidak ada laporan warga Tuna55 yang mengungsi, serta tidak ada korban jiwa yang diakibatkan dari kejadian tersebut. Adapun kerugian material masih dalam pendataan.
Dia juga menegaskan, sampai saat ini personel Polsek Comal bersama tim Siaga Bhayangkara masih bersiaga, untuk melaksanakan pengamanan dan patroli.
“Kami mengimbau kepada warga, agar sementara tidak menghidupkan listrik dan perangkat elektronik, sampai air benar-benar surut dan aman” kata Kapolres Pemalang.