You are currently viewing Update Bencana di Aceh: 155 Ribu Warga Masih Mengungsi, Pemerintah Pacu Pembangunan Huntara

Update Bencana di Aceh: 155 Ribu Warga Masih Mengungsi, Pemerintah Pacu Pembangunan Huntara

Update Bencana di Aceh 155 Ribu Warga Masih Mengungsi

Pemerintah memperbarui data dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sekitar 155 ribu warga masih mengungsi di berbagai lokasi pengungsian. Mereka terpaksa meninggalkan rumah akibat kerusakan parah yang ditimbulkan oleh bencana, mulai dari banjir besar hingga tanah longsor.

Sebagian besar pengungsi tersebar di kabupaten Aceh Besar, Pidie, dan Bireuen. Warga tinggal di tenda darurat, gedung sekolah, serta fasilitas umum yang dijadikan tempat penampungan sementara. Kondisi ini menuntut penanganan cepat, terutama terkait ketersediaan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan hunian yang layak.

Pemerintah Aceh Pacu Pembangunan Huntara

Pemerintah pusat dan daerah kini mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai solusi jangka pendek bagi para korban bencana. Huntara diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman dibandingkan tenda darurat, sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.

Progres Pembangunan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama pemerintah daerah telah memulai pembangunan ratusan unit huntara di sejumlah titik strategis. Unit-unit ini dirancang agar tahan terhadap cuaca ekstrem serta dilengkapi fasilitas dasar seperti sanitasi, listrik, dan air bersih.

Fokus pada Kelompok Rentan

Dalam penanganan pengungsi, pemerintah memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Layanan kesehatan keliling, dapur umum, serta posko trauma healing terus dioperasikan untuk menjaga kondisi fisik dan mental para pengungsi.

Tantangan di Lapangan

Meski pembangunan huntara dikebut, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan lahan, akses Tuna55 distribusi material, dan cuaca yang tidak menentu. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan relawan dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan bantuan tersalurkan merata.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah menargetkan pembangunan huntara tahap awal dapat selesai dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, perencanaan hunian tetap (huntap) juga mulai disusun sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah memastikan bahwa pemulihan Aceh menjadi prioritas, dengan fokus pada penyediaan hunian layak, pemulihan ekonomi lokal, serta penguatan sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Leave a Reply